Sabtu, 23 Oktober 2010

Drum

Drumset comparing. Tama Rockstar, Yamaha Stage custom, Pearl Export & Sonor force 2001.


First drumset: Tama Rockstar



Kelebihan

-Harga relatif murah walupun dgn fitur seri professional.
-Stand hihat cukup besar dan kakinya dapat diputar
-Looks-nya dapat dikatakan paling top notch diantara 3 set lainnya.
-Tersedia juga dgn ukuran Fusion set.
-RIMS memisahkan tom holder dgn badan tom sehingga suara lebih bulat.
-Posisi tom-tom sangat fleksible sehingga mudah di atur letaknya.
-Hardware sangat memuaskan walaupun agak sedikit kaku.
-Suara cukup memuaskan.

Kekurangan

-Suara drum secara keseluruhan masih terdengar seperti layaknya drum level pemula dikarenakan menggunakan kayu Mahogany yg memang rata2 digunakan oleh drum seri menengah hingga paling bawah.
-Pedal cukup kaku.
-Optional seperti tom-tom, snare & hardware cukup mahal dan sukar untuk didapat.
-Tuning range sangat terbatas untuk semua tom-tom.


Yamaha Stage Custom Advantage



Kelebihan

-Satu-satunya drumset untuk level ini yg menggunakan kombinasi kayu Birch, Falkata dan Mahogany.
-Tersedia juga dalam ukuran Fusion.
-Suara sangat memuaskan, penuh, bulat dan menendang. Sudah sangat layak untuk digunakan untuk rekaman. (the best sounding drum in this level)
-Bass drum dgn panjang 17”!!! Suaranya lebih tebal dan nge-rock daripada drum lainnya.
-Drumhead sangat kuat dan mudah di tune.
-YESS tom mount memisahkan tom holder dgn badan tom sehingga suara lebih bulat.
-Warna snare drum disesuaikan dengan warna drum yg digunakan. Sehingga terlihat lebih professional.
-Stand hihat cukup besar dan kakinya dapat diputar sehingga memudahkan kita untuk dapat menaruh pedal dimana saja.
-Hardware sangat memuaskan dengan fleksibilitasnya dan kuat.
-Shell snare drum terbuat dari kayu sehingga suaranya lebih professional dan natural.
-Posisi tom-tom sangat fleksible serta dapat dimaju-mundurkan sesuai selera.
-Optional seperti tom 8” sampai 18”, snare 10” sampai 14”, bass drum dari 20” – 24”, double pedal, cymbal stand/holder sangat mudah didapat dan harganya sangat terjangkau.

Kekurangan

Harga drumset ini lebih mahal sedikit dibandingkan ke-3 merk lainnya.


Sonor Force 2001



Kelebihan

-Mempunyai tone suara yg cukup bagus, suara tom-tom tebal dan suara snare cukup besar.
-Pedal yg lincah dan halus.
-Tom mount cukup fleksible tapi…
-Suara bass drum cukup besar dan boomy.
-Sudah menggunakan tuner rod yg biasa, sehingga bisa menggunakan drum key apa saja. (seri Sonor terdahulu mempunyai Tuner Rod yg aneh)
-Hardware kokoh.

Kekurangan

-Walupun tom mount cukup fleksible, penempatan tom-tom tetap sulit untuk dilakukan karena tom-tom sering kali terpentok dengan tom mount itu sendiri.
-Hardware agak aneh untuk digunakan karena pemutarnya menyusahkan drummer untuk melepas dan mengendorkan.
-Stand Hihat tidak dapat diputar sehingga sulit untuk menaruh dan menggunakan double pedal.
-Drumhead terlalu tipis sehingga mudah cedok.


Pearl Export

Kelebihan

Suara cukup memuaskan
Harga relatif murah, hampir sama dengan Tama Rockstar.
Looks dari Peral Export yg baru tidak jauh beda dgn deri Master, karena juga menggunakan ISS tom-mount seperti pada seri Master terdahulu. (seri drum Pearl kelas atas)
Suara snare sangat memuaskan.
Pedal sangat halus dan cepat.
ISS tom mount memisahkan tom holder dgn badan tom sehingga suara lebih bulat.
Stand hihat cukup besar dan kakinya dapat diputar sehingga memudahkan kita untuk dapat menaruh pedal dimana saja.
Hardware sangat kuat.

Kekurangan

Suara masih kurang tebal dan bulat. Untuk dapat memperoleh suara yg lebih sebaiknya mengganti drumhead terlebih dahulu.
Tom mount cukup kaku sehingga sulit untuk mendapatkan posisi yg diinginkan.

Sejarah Tentang Gitar

sejarah gitar

Banyak orang yang bisa memainkan gitar, namun sedikit yang mengetahui sejarahnya.
Berikut kita akan melihat sekilas sejarah gitar dari masa ke masa. Sebenarnya sejarah gitar sangat panjang, namun mengingat ruang yang terbatas, wacana ini akan meninjau secara garis besar saja. Pertama-tama: Dari Babilonia hingga Senar Enam Sejarah gitar dipercaya dimulai di wilayah Timur Dekat. Di antara puing-puing yang di temukan di Babilonia, yang paling relevan adalah gitar yang dibuat pada 1900-1800 SM. Dari masa itu, hingga tahun 1650, gitar mengalami evolusi yang begitu rumit dan beraneka ragam. Begitu banyak jenis dan masing-masing memiliki nama yang berbeda. Beberapa kalangan berpendapat lain, menganggap gitar justru berasal dari negara Spanyol karena alat musik gitar mirip sama alat musik Spanyol yang bernama Vihuela yang beredar pada awal abad ke-16. Alat baru ini (gitar) mempunyai cara pembuatan yang sama dengan alat musik ukulele. Gitar pertama kali yang dibuat sebenarnya berukuran sangat kecil dan juga hanya memiliki empat dawai, seperti ukulele. Pada masa klasik banyak terdapat publikasi yang dilakukan oleh para pembuat lagu dan juga para pemusik. Seperti Fernando Sor, Mauro Guiliani, Matteo Carcassi, Fernando Caulli, dan masih banyak para pencipta yang mengembangakan metode bermain gitar yang akhirnya menjadi permainan yang umum dan dapat diterima. Instrumen yang penting kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick. Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak. Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar. Ada pula Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana. Masih banyak jenis gitar lainnya yang terus berkembang. Gitar seperti yang kita kenal sekarang, yaitu bersenam enam, baru muncul sekitar tahun 1750. Dan selama sekitar 90 tahun berikutnya (hingga tahun 1840), gitar senar enam ini cukup pesat berkembang di Spanyol.

Zaman Klasik (Musik)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sejarah musik klasik Barat
Zaman Pertengahan (476 – 1450)
Zaman Renaisans (1450 – 1600)
Zaman Barok (1600 – 1750)
Zaman Klasik (1740 – 1830)
Zaman Romantik (1815 – 1910)
Abad ke-20 (1900 – 2000)
Abad ke-21 (2001 – sekarang)
Zaman Klasik atau Periode Klasik dalam sejarah musik Barat berlangsung selama sebagian besar abad ke-18 sampai dengan awal abad ke-19. Walaupun istilah musik klasik biasanya digunakan untuk menyebut semua jenis musik dalam tradisi ini, istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut musik dari zaman tertentu ini dalam tradisi tersebut. Zaman ini biasanya diberi batas antara tahun 1750 dan 1820, namun dengan batasan tersebut terdapat tumpang tindih dengan zaman sebelum dan sesudahnya, sama seperti pada semua batasan zaman musik yang lain.
Zaman klasik berada di antara Zaman Barok dan Zaman Romantik. Beberapa komponis zaman klasik adalah Joseph Haydn, Muzio Clementi, Johann Ladislaus Dussek, Andrea Luchesi, Antonio Salieri dan Carl Philipp Emanuel Bach, walaupun mungkin komponis yang paling terkenal dari zaman ini adalah Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven.
Ciri Musik Pada Zaman Klasik:
  1. Menggunakan peralihan dinamik dari lembut sampai keras atau (cressendo)dan dari keras menjadi lembut(decrssendo).
  2. Perubahan-perubahan tempo dengan percepatan atau (accelerando) dan perlambatan(ritardando).
  3. Hiasan / ornamentik diperhemat pemakaiannya.
  4. Pemakaian akord 3 nada.

Musik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Allegory of Music karya Lorenzo Lippi
Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:
  • Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar
  • Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.
Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

[sunting] Aliran-aliran musik

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.
Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.

Jumat, 22 Oktober 2010

CARA MENYETEL GITAR




Putar senar gitar perlahan, petiklah beberapa kali(dengan tangan satunya), bandingkan dengan senar lain hingga sama nadanya, dengan ketentuan seperti berikut:

1. Nada Senar no 1(E) los senar = Nada senar no 2(B) fret ke 5 (petik senar kedua dengan jari tangan satunya menekan senar no 2 pada fret ke 5)

2. Nada Senar no 2(B) los senar = Nada senar no 3 fret ke 4 (petik senar ketiga dengan jari tangan satunya menekan senar no 3 pada fret ke 4)

3. Nada Senar no 3(G) los senar = Nada senar no 4 fret ke 5 (petik senar keempat dengan jari tangan satunya menekan senar no 4 pada fret ke 5)

4. Nada Senar no 4(D) los senar = Nada senar no 5 fret ke 5 (petik senar kelima dengan jari tangan satunya menekan senar no 5 pada fret ke 5)

5. Nada Senar no 5(A) los senar = Nada senar no 6 fret ke 5 (petik senar keenam dengan jari tangan satunya menekan senar no 6 pada fret ke 5)


Los senar adalah senar gitar hanya dipetik saja, tanpa jari kita menekan pada fretboard

Untuk aturan frekuensi nada musik baik vokal maupun instrument musik sebenarnya sudah mengikuti standar yang berlaku secara internasional Adapun nada yang dijadikan standar internasional adalah nada A dengan frekuensi 440Hz(hertz), sehingga alat musik modern(tradisional seperti gamelan misalnya tidak mengikuti standar tsb) dimanapun di dunia akan mengikuti standar tersebut. Nah pertanyaannya adalah: bagaimana kita tahu kalo nada A pada gitar ketika sudah kita stem = 440Hz? . Kita perlu menggunakan alat ukur nada yang standar, yaitu:

1. bisa menggunakan sebuah garpu tala (bisa dibeli di toko musik), cara memakainya cukup pukulkan garpu tala ke obyek tertentu(meja misalnya) maka akan berbunyi sesuai dengan nada tertentu, tiap garpu tala punya nada tertentu, biasanya C atau A(bawaan pabrik)

2. dengan menggunakan digital guitar tuner (bisa dibeli di toko musik juga), cara memakainya, biasanya ada semacam buku panduan yang disertakan ketika kita membelinya.

3. menggunakan alat musik lain sebagai perbandingan, bisa dengan keyboard misalnya.

4. dengan software musik di komputer, seperti guitarpro yang sudah menyertakan digital guitar tuner didalamnya

Kamis, 21 Oktober 2010

5 Jurus Pintar Bermain Gitar



minimnya skill bermain
kursus ***ar membuat suasana fellowship di berbagai persekutuan kantor kadang jadi kaku dan kurang bergairah. skill semacam ini memanng tidak hanya didapat dalam waktu singkat. tapi 5 jurus singkat gl! di hawah ini mungkin dapat membantu jika anda melatihnya secara konsisten selama minimal 3 hulan, dan setiap harinya selamma 1 hingga 2 jam.

jurus 1: jangan lupa kunci
kunci adalah nyawa dari permainan ***ar dari kursus ***ar. tanpa kunci, meski kita tahu semua jurus ritem, dijamin kita tidak akan pernah tahu bunyinya seperti apa. pelajarilah semua kunci dasar seperti c, d, e, f, (3, a, b) beserta semua bentuk minor dan #nya (kecuali untuk kunci b memakai bentuk bb). biasanya buku tentang kunci-kunci ini dijual bebas di pasaran. satu tips yang patut diingat, sebenarnya bentuknya begitu-begitu saja. jangan dibuat pusing dengan nama-nama yang berbeda. contoh: bila kunci c digeser sejauh 2 fret akan menghasilkan kunci d, padahal bentuknya sama, hanya letaknya yang berbeda.
jurus 2: dua teknik dasarpetikan: ketika memetik ***ar(carilah di tempat kursus ***ar), tidak perlu membayangkan harus seperti lagu "kkeb"-nya andre hehanusa atau "tears in heaven"-nya eric clapton. sebaliknya, petiklah dengan sederhana seperti 3 contoh berikut ini:
perhatikan posisi jari: jari jempol untuk 3 senar bas, sedangkan 3 senar lainnya dipetik oleh 3 jari pada gamhar.

penyederhanaan: jari jempol=1, jari telunjuk=2, jari tenguh=3 dan jari minis=4.
1. 1-2-3.4.3-2 dengan l berpindah-pindah bas
2. 1-2-3-4-2 dengan 34 dipetik bersamaan
3. 1.234 dengan 234 dipetik hersamaan sebanyak 3x.

setelah anda nmencoba ketiganya, gabungkan semua teknik! memainkan lagu kkeb bukan impian lagi.
ritem: ini hal yang sebetulnya sederhana cek di kursus ***ar bass. kalau pengamen jalanan saja tekniknya bagus, mengapa kita tidak? alasan utama ketidak-mampuan ini adalah kurangnya latihan. jika anda sungguh serius, sisihkan waktu untuk melatihnya minimal 1 jam sehari. latihan: untuk ritem sederhananya dibagi menjadi ritem ke bawah dan ke atas. untuk ke bawah= l dan ke atas=2.
1. 1-1-2-2-1
2. 1-2-2-1-2-2-1

jurus 3. jangan lupa bawa buku nyanyian

sekarang buku lagu-lagu praise & worship yang lazim digunakan dan sudah banyak dijual bebas di pasaran. biasanya apa yang tertera di buku-buku semacam ini sudah disederhanakan sehingga menyanyikannya pun mudah saja.

jurus 4: berlatih running chord untuk bermazmur

sebelum kita bisa membawa orang lain agar mengalami saat yang indah dalam memuji & bermazmur bagi-nya, kita harus mengalaminya terlebih dulu, carilah di
kursus ***ar bass. cobalah untuk berdiam diri dengan bermazmur bagi-nya dengan menggunakan running chord 4/4 seperti misalnya (jika bermain di kunci c): c-f, c-amdm-g, f-em-dm-g. semakin sering dilantunkan, feeling anda akan semakin terasah dan anda akan terheran-heran melihat perkembangan skill anda.

jurus 5: percaya diri

percaya diri! that's the best thing. walau anda banyak melakukan kesalahan (terutama biasanya salah kunci), lanjutkan saja dengan tertawa bersama teman-teman anda. dijamin, mereka semua pasti ikut tersenyum. toh pada akhirnya, bukan permainan ***ar/nyanyian kita yang diterima oleh-nya, tapi kesungguhan hati kita.**
oleh: david bloer
majalah get life 13/2005

Paramore - I Caught Myself

Key: E

Tuning: Standard EADGBe

Chords used:
A -   x02220
B -   x24442
C#m - x46654
E -   022100
F#m - 244222


Intro:

Josh: Lead
e|-7---7----4-----4-----|
B|-------5----5-----5---|
G|---6----------6-----6-|
D|----------------------| x32
A|----------------------|
E|----------------------|


Hunter: Rhythm, enter at 0:08
e|-------2-|--------5------4------2------|
B|-0-2-0---|--0-2-0----0------0------0---|
G|---------|-------------1------1------1-|
D|---------|-----------------------------| x4
A|---------|-----------------------------|
E|---------|-----------------------------|
     x2

Jeremy: Bass enter at 0:15, x2
         A                C#m               E
G|-----------------|-6-6-6-6-6-6-6-|-------------------|
D|-2/7-7-7-7-7-7-7-|---------------|-2-2-2-2-2-2-2-2-2-|
A|-----------------|---------------|-------------------|
E|-----------------|---------------|-------------------|

         A                F#m               E
G|-----------------|---------------|-------------------|
D|-2/7-7-7-7-7-7-7-|-4-4-4-4-4-4-4-|-2-2-2-2-2-2-2-2-2-|
A|-----------------|---------------|-------------------|
E|-----------------|---------------|-------------------|


Verse 1:
A
Don't you Youre
pushing and
pulling me down to
But I dont know what I
A
  Now when I caught myself
I had to stop myself
C#m
  Im saying something that
E
  I should have never thought
A
  Now when I caught myself
I had to stop myself
F#m
  Im saying something that
E
  I should have never
thought of


Hunter: While doing Verse 1 and Refrain
e|-16--------16--------19----19----|
B|----17--------17--------------17-|
G|-------18--------18-----18-------|
D|---------------------------------| x16
A|---------------------------------|
E|---------------------------------|


Refrain:
A
you, oh you, Youre pushing and
               C#m
and pulling me down too
    E                  A
But I dont know what I want
                      F#m E
No I dont know what I want


Chorus:
    A
You got it you got it
Some kind of magic
   C#m
Hypnotic hypnotic
      E
Youre leaving
me breathless
  A
I hate this
I hate this
Youre not the
        F#m
one I believe in
     E
With God as my witness


Post Chorus:

Hunter:
e|-16--------16--------19----19----|
B|----17--------17--------------17-|
G|-------18--------18-----18-------|
D|---------------------------------| x4
A|---------------------------------|
E|---------------------------------|


(Repeat Verse 1 and Refrain)


Interlude:

Hunter: A--C#m-E--A--F#m-E(hold)


Josh:
         A                 C#m               E
e|-4-5-4-0-2-2-2-2-|-4-5-4-0---------|-----------------|
B|-----------------|---------0-0-0-0-|-----------------|
G|-----------------|-----------------|-2-2-2-2-1-1-1-1-|
D|-----------------|-----------------|-----------------|
A|-----------------|-----------------|-----------------|
E|-----------------|-----------------|-----------------|

         A                 F#m         E
e|-4-5-4-0-2-2-2-2-|-4-5-4-0---------|---|
B|-----------------|---------0-0-0-0-|-0-|
G|-----------------|-----------------|---|
D|-----------------|-----------------|---|
A|-----------------|-----------------|---|
E|-----------------|-----------------|---|

Bridge: Bass and guitar 2 only
A                  A
  Dont know what I want
               A
But I know its not you
                            A
Keep pushing and pulling me down
                           A
But I know in my heart its not you


Josh:
       A          A
e|-4-5-4-0-2-|-4-5-4-0---|
B|-----------|---------0-|
G|-----------|-----------|
D|-----------|-----------| x2
A|-----------|-----------|
E|-----------|-----------|


Interlude:

Hunter: A--C#m-E--A--F#m-E


Josh:
e|-16--------16--------19----19----|-12-12-12-12-12-12-12-12---0-0-0-0-0-0-0-|
B|----17--------17--------------17-|-----------------------------------------|
G|-------18--------18-----18-------|-----------------------------------------|
D|---------------------------------|-----------------------------------------|
A|---------------------------------|-----------------------------------------|
E|---------------------------------|-----------------------------------------|
               x6


Verse 2:
E
  Now when I caught myself
F#m
  I had to stop myself
C#m
  Im saying something that
A
  I should have never thought
E
  Now when I caught myself
F#m
  I had to stop myself
C#m
  Im saying something that
  B
  I should have never
thought of


Outro:
E
You I knew
  F#m
I know in my
              C#m
heart its not you
           A
I knew but now I
            E
know what I want
  F#m    C#m
I want I want
   B
oh no I should
have never thought